Sekitar 500 warga sekitar pukul 09.45 WIB melakukan long march dari tempat tinggal mereka menuju Desa Siring dengan menutup Jalan Raya Porong. Akibatnya arus lalu lintas dari arah Malang menuju Surabaya kembali macet.
Dalam aksinya kali ini, ratusan warga korban dampak lumpur Lapindo ini berencana kembali menutup jalur alternatif yang ada di Porong. Aksi ini dilakukan karena warga kecewa dengan rencana pemerintah yang akan membiaya para korban dampak lumpur yang berada di luar peta terdampak dengan dana dari APBN.
"Kami akan terus melakukan aksi sampai pemerintah memasukan desa kami ke dalam peta tedampak. Kami tidak mau desa kami dianggap sebagai bencana alam," kata Bambang Kiswanto, korlap aksi warga Korban dampak lumpur Lapindo.
Sementara untuk mengamankan aksi warga, ratusan petugas kepolisian dari Polres Sidoarjo dikerahkan. Dari pengamatan detiksurabaya.com, petugas kepolisian saat ini membentul blokade agar warga tidak kembalai menutup jalan raya. (bdh/bdh)










































