Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Andriani

Korban Penembakan di Bandung

Keluarga Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Andriani

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 16:31 WIB
Nganjuk - Kematian Andriani (20), gadis yang ditemukan tewas dengan luka tembak kepala di Bandung, yang terasa tak wajar masih menyisakan duka yang mendalam kepada keluarganya. Mereka menuntut, pelaku dari penembakan mendapatkan hukuman yang setimpal.

Pernyataan ini diwakili Pantoyo (42) Kepala Desa Sumberurip, yang mewakili keluarga korban. Menurutnya siapapun pelakunya, baik itu TNI, Polisi atau warga sipil sudah selayaknya mendapatkan hukuman yang berat.

"Kami sekeluarga sudah menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian di Bandung untuk mengusut tuntas kematian Andriani ini. Kami meminta, siapapun pelakunya harus dihukum seberat-beratnya," kata Pantoyo, saat ditemui wartawan di rumah duka, Jumat (22/2/2008) siang.

Pantoyo yang juga masih kerabat dekat almarhum Andriani menyatakan, keluarganya enggan menyebut salah satu pihak yang melakukan pembunuhan ini. "kami mengerti pacar Andriani seorang TNI, tapi kami tidak mau menuduhnya. Semua itu biar polisi yang membuktikan, toh belum tentu pelakunya TNI meski Andriani tewas tertembak," lanjutnya.

Pantoyo juga menceritakan, awalnya keluarga mengira Andriani tewas karena kecelakaan, bukan karena dibunuh dengan cara ditembak kepalanya. Ini dikarenakan kabar pertama yang datang dari Bandung justru menyebut, Andriyadi tewas karena kecelakaan.

"Ya Widodo itu yang mengabarkan lewat telepon. Dia hanya bilang Andriani tewas karena kecelakaan. Saat saya tanya kecelakaan yang bagaimana, dia hanya menjawab keterangan lengkapnya nanti saat jenazahnya sudah sampai rumah," cerita Pantoyo.

Keluarga baru mengetahui jika Andriani tewas karena tertembak justru sesaat jenazahnya datang pada pukul 07.30 WIB pagi tadi. Saat itu, Widodo membisikan, jika penyebab kematian Andriani tewas karena tertembak di kepalanya. Kabar itu semakin membuat histeris keluarga korban.

Seperti diberitakan sebelumnya, Andriani ditemukan tewas dengan luka tembak di leher kiri bawah tembus kepala bagian belakang kananĀ  pada Selasa, 19 Februari lalu di Kompleks Perkebunan Rancasuni Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung.

Jenazah lajang yang bekerja di Bandung Indah Golf Sulaeman, Kabupaten Bandung tersebut tiba di rumah duka di Dusun Tirip, Desa Sumberurip, Kecamatan Brebek, Kabupaten Nganjuk pada Jum'at pagi. Begitu sampai, jenazahnya langsung dikebumikan di pemakaman setempat. (bdh/bdh)
Berita Terkait