Harga Daging Mahal, Pemerintah Didesak Impor Sapi

Harga Daging Mahal, Pemerintah Didesak Impor Sapi

- detikNews
Jumat, 22 Feb 2008 11:32 WIB
Surabaya - Naiknya harga daging sapi dalam beberapa hari ini membuat para penjual mengeluh. Karena pendapatan mereka merosot tajam tiap harinya.

Untuk itu, sebagian penjual daging sapi di Lamongan berharap pemerintah segera mengimpor sapi dari luar negeri agar harga sapi di Indonesia bisa ditekan. Akibat kenaikan harga sapi, para penjual daging sapi merugi hingga Rp 500 ribu perharinya.

Salah seorang penjual daging sapi di Pasar Sidoharjo Lamongan, Ramelan menuturkan, saat ini harga daging sapi naik dari Rp 40 ribu menjadi Rp 42 ribu perkilonya. "Kenaikan harga daging sapi ini disebabkan naiknya harga sapi yang mencapai rata-rata Rp 1 juta per ekornya," terang Ramelan saat ditemui di kiosnya, Jumat (22/2/2008).

Ramelan berharap, pemerintah segera melakukan impor sapi dari luar negeri agar harga daging sapi tidak memberatkan penjual dan pembeli daging. "Saat ini stok sapi yang ada di sini sudah merosot sangat tajam, kalaupun ada harganya sangat mahal," tuturnya.

Akibat mahalnya harga daging sapi ini, ungkap Ramelan, beberapa pedagang daging sapi mengaku pelanggannya berkurang sejak sepekan terakhir ini. "Saya harus membawa pulang daging sapi yang tidak laku rata-rata 10 hingga 20 kilo perharinya," ujarnya .

Hal senada juga diungkapkan Hj Khoiriyah penjual daging sapi lainnya yang ada di Pasar Sidoharjo Dia mengaku enggan untuk menaikkan harga daging sapi karena takut kehilangan pelanggan. "Saya memakai harga lama tapi harus tombok terus setiap harinya," ungkapnya.

Khoiriyah menambahkan, akibat bertahan dengan harga lama tersebut, pihaknya selalu rugi antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Wanita yang sudah berjualan lebih dari 5 tahun ini berharap agar pemerintah segera bergerak dengan mendatangkan sapi impor agar harga sapi dan daging bisa segera stabil. "Biar saya pun tidak perlu merugi banyak," jelas Khoriyah berharap. (bdh/bdh)
Berita Terkait