Ketiga perahu nelayan itu terbalik sekitar pukul 05.00 WIB, Kamis (21/2/2008) ketika hendak berangkat melaut. Ketika tiba di pintu masuk dan keluarnya perahu di Plawangan Puger, tiga perahu yang berjalan beriringan dihantam ombak besar. Karena tidak bisa mengendalikan perahu, ketiganya langsung terbalik dan awaknya berhamburan untuk menyelamatkan diri.
Ketiga perahu yang terbalik adalah milik Mastur, Syaiful dan Rifadal. Dari sembilan awak ketiga perahu itu, salah soerang nelayan yang bernama Bonari hilang ditelan ombak dan himgga kini masih dalam pencarian.
Para nelayan itu sebenarnya mengetahui jika sejak Rabu malam angin kencang dan ombak tinggi. "Tetapi tiba-tiba reda dan ombak tenang. Hal ini sudah cukup lama kita alami, kondisi yang tidak menentu ini karenanya kita nekat melaut. Ditambah lagi sekarang musim paceklik, jadi untuk mengusahakan dapur tetap mengepul kita harus melaut," kata Mastur yang selamat.
Pagi hari itu, ombak terlihat tenang. Namun ketika tiba di Plawangan ombak tiba-tiba besar dan angin kencang. Belum sempat kembali ke pangkalan perahu, ombak sudah menghempaskan perahu-perahu itu. Perahu yang terbalik sudah berhasil dievakuasi dan pencarian Bonari masih diteruskan. (bdh/bdh)











































