"Hingga kini upaya pencarian masih dilakukan. Tim Polisi Air dan Udara (Polairud) Lamongan bekerja sama dengan nelayan untuk mencari nelayan itu," kata salah seorang petugas Polairut, Bripda Firman kepada detiksurabaya.com, Kamis (21/2/2008).
Bripda Firman menambahkan, karena cuaca masih buruk disertai gelombang tinggi, maka pencarian hanya dilakukan di tepi pantai. Tim pencarian tidak berani melakukan pencarian hingga ke laut lepas.
Dijelaskan oleh Firman, nelayan asal Indramayu yang hilang bernama Rustomo (25) warga Kecamatan Kandang Awur, Indramayu, Jawa barat. Rustomo merupakan satu dari 8 awak Kapal Motor (KM) Trimina Rejeki, yang mencoba menyelamatkan diri dari amukan gelombang pasang di tengah Laut Jawa.
Nahkoda KM Trimina Rejeki, Charmin mengatakan sebelum hilang, Rustomo sedang menurunkan jangkar kapalnya bersama seorang awak lainnya namun tiba-tiba Rustomo terseret ombak. "Setelah itu dia tidak muncul lagi ke permukaan," ujar Charmin seraya mengatakan jika satu orang lainnya berhasil diselamatkan nelayan setempat.
Charmin menuturkan, kapal yang dikemudikannya pecah setelah menghantam karang yang berada tak jauh dari Pelabuhan Ikan Brondong. "Makanya kami memutuskan untuk menepi," tuturnya.
Untuk diketahui, KM Trimina Rejeki dan Kapal Motor Trimina Lestari, merupakan dua rombongan nelayan yang baru saja meninggalkan Kepulauan Bawean yang akan menuju Je Juwana, Pati, Jawa Tengah. Karena terhantam ombak dan kapal bocor, mereka memutuskan menepi untuk memperbaiki kapal. (fat/fat)











































