Harga Gabah Anjlok, Petani Terancam Merugi

Harga Gabah Anjlok, Petani Terancam Merugi

- detikNews
Kamis, 21 Feb 2008 08:19 WIB
Lamongan - Petani Lamongan terancam merugi meski awal musim panen padi tiba. Pasalnya, harga gabah saat ini mengalami penurunan drastis.

Bila sebelumnya, harga gabah basah untuk satu kilo seharga Rp 2.300, memasuki musim panen kali ini harga gabah berkisar antara Rp 1.500 hingga Rp 1.600 perkilo.

Salah seorang petani asal Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Nakim mengatakan, anjloknya harga gabah ini disebabkan adanya permainan tengkulak yang meraup untung dari penderitaan petani.

"Saya minta pemerintah turun tangan mengatasi, kalau tidak, maka kami ini akan semakin menderita," kata Nakim salah satu petani kepada detiksurabaya.com, Kamis (21/2/2008).

Selain anjloknya harga gabah, para petani di Lamongan juga mengalami penurunan produktivitas. Ini disebabkan tingginya curah hujan beberapa waktu lalu. "Curah hujan ini juga menjadi salah satu penyebab semakin buruknya nasib kami," ujarnya.

Pada kondisi normal, satu hektar lahan pertanian di Lamongan bisa menghasilkan paling tidak satu ton gabah basah, namun saat ini satu hektar hanya bisa menghasilkan 5 ton gabah basah. "kami hanya pasrah mas, tidak bisa berbuat banyak," ujarnya pasrah.

Sementara Kabag Humas dan Protokol Pemkab Lamongan, Aris Wibawa mengatakan, Pemkab Lamongan telah menyiapkan dana sebesar Rp 100 miliar untuk menyerap gabah petani sesuai dengan harga pembelian pemerintah (HPP).

Selain itu, Pemkab Lamongan melalui APBD juga telah menyiapkan dana ketahanan pangan sebesar Rp 2 miliar yang akan digelontorkan lewat koperasi dalam bentuk dana bergulir. "Jumlah dana ketahanan pangan ini naik dari dana tahun lalu sebesar Rp 1,75 miliar," katanya.

Tujuan utama program ketahanan pangan ini, lanjut Aris, untuk menjaga stabilitas harga gabah petani saat panen raya yang cenderung turun. "Saat panen, kecenderungannya harga gabah petani turun karena melimpahnya panen," jelasnya. (fat/fat)
Berita Terkait