Sebelumnya saat kejadian, tidak ada angin kencang. Atap bangunan yang dalam tahap pemasangan genting tersebut, ambruk karena konstruksi atap yang terbuat dari aluminium atau galvalum itu, tidak kuat menahan beban.
"Saat kami menyiapkan genting pukul 09.00 WIB, tiba-tiba atap ambruk. Seorang berada di atas, sedang 5 pekerja masih di bawah," kata Udin Syaifudin (33), pekerja yang terluka di bagian tangan kepada detiksurabaya.com saat hendak dievakuasi.
Keempat korban yang mengalami luka yakni, Muhammad (27), Udin Syaifuddin (33), Edi Prayitno (43) dan Budi Setyawan (45). Mereka merupakan warga Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan identitas 2 korban lain belum diketahui.
Dari keenam korban, hanya Edi yang mengalami luka parah. Kaki Edi sempat terjepit di sela-sela atap aluminium sehingga mengalami patah tulang. Sedangkan kepala Edi terbentur lantai, saat atap ambruk. Menurut Udin, Kala itu Edi berada di atas atap.
Karena terjepit dan lokasinya sulit dijangkau, Edi belum dievakuasi. Terlebih lagi jalan masuk ke lantai dua, juga tertutup reruntuhan atap. Sejauh ini pukul 11.00 WIB belum diperoleh kepastian penyebab ambruknya atap tersebut. (fat/fat)










































