Korban Keracunan di Situbondo Bertambah

Korban Keracunan di Situbondo Bertambah

- detikNews
Selasa, 19 Feb 2008 14:27 WIB
Situbondo - Jumlah korban keracunan nasi berkatan (bingkisan) dari tetangga yang menggelar hajatan kematian terus bertambah. Kini, korban warga Dusun Krajan, Desa Kedungdowo, Kecamatan Arjasa, Situbondo, Jatim mencapai 35 orang yang sebelumnya 29 orang.

"Enam warga sudah menjalani rawat inap di Puskesmas Arjasa. Warga sebelumnya merasa sehat saat makan nasi berkat. Namun saat menjelang siang hari mereka mengaku pusing, mual dan muntah dan ingin buang hajat," kata Kepala Seksi Perawatan Puskesmas Arjasa kepada wartawan, Zainul Fatah kepada wartawan, Selasa (19/2/2008).

Kebanyakan, kata dia, kondisi tubuh mereka sangat lemas dan langsung diberi infus. Total pasien yang dirawat di Puskesmas Arjasa berjumlah 15 orang. Jumlah korban keracunan itu diperkirakan akan terus bertambah, karena jumlah warga yang diundang mencapai 100-an orang.

Untuk membantu pertolongan warga korban keracunan, kini Puskesmas Arjasa telah mendirikan posko khusus yang tempatkan di Dusun Krajan, Desa Kedungdowo.

"Kemungkinan jumlah penderita keracunan makanan ini akan terus bertambah, mengingat semakin banyaknya warga yang mengaku pusing dan muntah-muntah yang meminta pengobatan ke Posko di Dusun Krajan, Kedungdowo," tambahnya.

Di posko yang didirikan tersebut, kata Zainul, telah disiagakan beberapa petugas medis. Mereka akan standby selama 24 jam untuk memberikan pertolongan dan pengobatan bagi warga yang keracunan di desa itu. "Kalau di posko tidak mampu lagi karena keterbatasan perlengkapan medis, baru dirujuk ke Puskesmas Arjasa," ucapnya.

Terkait penyebab keracunan massal, pihaknya belum memberikan kepastian hingga selesainya penelitian di laboratorium. Apalagi jenis makanan yang ada di nasi berkat itu, jelas Zainul, bermacam-macam.

"Selain daging ayam, juga ada mie dan sayur. Yang mana yang memicu keracunan, kita tunggu saja hasil laboratorium. Semua sample makanan itu telah kita kirim laboratorium Dinas Kesehatan Surabaya," pungkasnya.

Sementara keenam korban keracunan yang kini dirawat di Pusekesmas Arjasa yakni, Ninin (23), Balqis (13), Dufan (6), Yogi (10), Ita (15) dan Icha (6). Sedangkan korban keracunan lainnya yang hingga kini masih dirawat di Puskesmas Arjasa, masing-masing Ediyanto (21), Abdul Wahid (12), Buk Emma (40), Sofiq (6), Andy Azis (16), Nono (35), Rustimah (29) dan Budi (25).

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, kenduri atau selamatan itu sendiri berlangsung pada hari Senin (18/2/2008) sore di rumah Hery (45), warga setempat untuk mengenang setahun kematian almarhum ayahandanya.

Dalam acara itu, sedikitnya 30 warga tetangga sekitar Hery diundang. Selain disuguhi makanan di tempat acara, para undangan juga diberi bingkisan sebuah tas plastik yang berisi makanan dan kue. (fat/fat)
Berita Terkait