Kurang Kasih Sayang, Bocah SD Nekat Gantung Diri

Kurang Kasih Sayang, Bocah SD Nekat Gantung Diri

- detikNews
Selasa, 19 Feb 2008 13:19 WIB
Magetan - Ironis, hanya karena kurang mendapat perhatian dari orangtua, bocah berusia 11 tahun nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Mayat bocah kelas 5 SD ini ditemukan dalam keadaan menggantung di dalam rumahnya.

Mayat Teguh Misnandi siswa SDN II Dusun Pupus, Lembean, Magetan ini pertama kali ditemukan oleh Yadi, Kepala sekolah SDN Pupus II yang berniat menjenguk korban karena tidak masuk selama dua hari.

Yadi (60) yang saat itu ditemani Sujarno (50), sangat kaget begitu membuka rumah korban melihat Teguh sudah tidak bernyawa dalam kondisi menggantung di blandar rumah dengan memakai tali tambang warna biru.

"Karena kebiasaan sekolah kita menjenguk murid kalau tidak masuk lebih dua hari. Saya ketuk pintu tidak ada yang menyahut karena neneknya juga buta. Lalu saya buka pintu dan seperti itu," ungkap Yadi kepada wartawan saat ditemui di rumah korban, Selasa (19/2/2008).

Sementara itu Kapolsek Lembean AKP Sri Subagyo kepada detiksurabaya.com mengatakan, saat kejadian, ayah korban Suwarno (51) tidak ada di rumah. "Suwarno sedang bekerja buruh tani memanen jagung di hutan dengan jarak 4 km dari rumah," kata Subagyo.

Menurut Subagyo, korban nekat bunuh diri dengan cara menggantung diduga karena kurang perhatian orang tua dan kondisi perekonomian yang kekurangan. Karena sejak kecil korban ditinggal ibunya, Warnui (40).

"Dari hasil olah TKP sementara ini, korban nekat karena kurang kasih sayang dan kondisi perekonomian yang kekurangan," jelas Subagyo.

Sementara itu, ayah korban Suwarno hingga saat ini masih pingsan dan belum sadarkan diri. Untuk mengetahui secara pasti motif bunuh diri ini polisi dan tim dokter puskesmas masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut. (bdh/bdh)
Berita Terkait