BPLS Kebut Perbaiki Tanggul Lumpur yang Kritis

BPLS Kebut Perbaiki Tanggul Lumpur yang Kritis

- detikNews
Senin, 18 Feb 2008 19:07 WIB
Sidoarjo - Jalan eks Tol Porong-Gempol pasca ditutup oleh warga Desa Besuki Kecamatan Jabon, Sidoarjo kembali normal. Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) kini kembali berkonsentrasi mengerjakan tanggul penahan lumpur yang kritis.

Humas Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) Ahmad Zulkarnaen, kepada wartawan Senin (18/2/2008) mengatakan, upaya penanggulan tanggul penahan lumpur saat dikonsentrasikan di tanggul sebelah timur dan selatan.

Perbaikan ini dilakukan karena imbas blokade warga beberapa hari kemarin, membuat konsentrasi beralih sehingga tanggul di lokasi tersebut terbengkalai dan kondisinya hampir kritis.

Tanggul tersebut berada di Desa Renokenongo dan Desa Besuki yang lokasinya cukup dekat dengan pemukiman warga. "Jika tanggul tidak secepatnya tertangani, petugas khawatir akan kembali jebol dan akan banyak warga yang menjadi korban lumpur," ujarnya.

Agar tanggul aman, ketinggian tanggul di lokasi tersebut sekitar 12-13 meter, sementara lebar tanggul ditambah dengan dibuatkan tanggul lapis yang berada di sisi luar.

Upaya dilakukan agar tanggul di dalam yang terus tergerus air bercampur lumpur, kekuatannya bertambah setelah dibangunkan tanggul di sisi luar.

BPLS juga mempercepat peninggian tanggul di Desa Kedungbendo dan Pejarakan. Tanggul tersebut terus ditinggikan hingga diperkirakan aman.

Diberitakan sebelumnya bekas Jalan Tol Porong-Gempol ditutup warga dari Desa Besuki, Kedungcangkring dan Pajarakan Kecamatan Jabon.

Upaya penutupan tersebut untuk menuntut perubahan peta terdampak lumpur dalam Perpres No 14 Tahun 2007. Mereka menuntut agar desanya dimasukan dalam peta terdampak. (fat/bdh)
Berita Terkait