Dari pantuan detiksurabaya.com, pencarian korban dikonsentrasikan ke Jembatan Sibhon, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan. Lokasi pencarian ini merupakan muara dari aliran Sungai Sampean dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari perairan laut Panarukan.
Tim SAR gabungan Polres Situbondo, Scuba Diving Pasir Putih ini sudah melakukan penyisiran di sekitar bantaran aliran Sungai Kelurahan Patokan, Situbondo. "Penyisiran di sekitar lokasi sudah kami lakukan sejak kemarin sore hingga malam hari, namun tidak membuahkan hasil. Makanya saat ini konsentrasi pencarian kita alihkan dekat muara," jelas Kabag Operasional Polres Situbondo, Kompol Sugianto SH, kepada detiksurabaya.com, di lokasi pencarian Jembatan Shibun, Senin (18/2/2008).
Sugianto mengkhawatirkan korban terjepit di bebatuan padas aliran sungai. Sebab pukul 09.00 WIB pagi tadi, warga melaporkan adanya mayat yang mengapung. "Namun setelah di cek ternyata nihil," tambahnya.
Sebelumnya, sekitar 35 orang relawan dari BMH Surabaya melakukan bakti sosial di Situbondo, Jumat (16/2/2008). Namun saat sedang mencuci, Firmansyah terpeleset sekitar pukul 15.30 WIB, Minggu (17/2/2008). Dia pun terbawa dan terseret aliran Sungai Sampean, di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Jatim.
"Sebelum kejadian, korban bersama anggota relawan BMH yang lain membersihkan SDN 9 Patokan yang tertimbun lumpur serta ikut membagi-bagikan buku tulis kepada siswa korban bencana banjir bandang," aku Suryanto (42), koordinator relawan BMH Surabaya.
Mereka terdiri dari siswa sekolah swasta di Surabaya, SMP dan SMA Lukman Hakim serta mahasiswa di Surabaya. Para relawan BMH itu langsung bergabung dengan para relawan dari Ponpes Al-Amin Situbondo. (fat/fat)










































