Berhenti Melaut, Pendapatan Nelayan Pacitan Anjlok

Berhenti Melaut, Pendapatan Nelayan Pacitan Anjlok

- detikNews
Senin, 18 Feb 2008 09:11 WIB
Pacitan - Cuaca buruk di perairan Jawa Timur dalam beberapa pekan terakhir memaksa nelayan di pesisir Jatim harus berhenti melaut. Salah satunya juga dialami nelayan di Pacitan. Mereka memilih istirahat melaut agar terhindar dari ganasnya ombak yang membahayakan keselamatan jiwa mereka.

Misni (39) salah seorang nelayan asal Lingkungan Tamperan Kelurahan Sidoharjo, Pacitan mengatakan, ombak di tengah laut seringkali mencapai 5 meter. Kondisi tersebut tidak memungkinkan bagi nelayan tradisional untuk melaut. Ditambah lagi hujan deras yang disertai angin kencang sering terjadi.

"Cuaca tidak menentu, kadang hujan deras dan sebentar panas. Tapi yang jelas ombak sampai saat ini masih besar," ujar Misni saat ditemui di Kelurahan Sidoharjo, Senin (18/2/2008).

Misni mengaku, sambil menunggu cuaca kembali normal kembali, nelayan biasanya menghabiskan waktu untuk memperbaiki jaring dan membersihkan perahu. Sesekali ia memberanikan diri turun ke laut. Kendati begitu ia tidak berani menjauh dari bibir pantai.

Selain itu, sejumlah nelayan di daerah selatan Kabupaten Pacitan seperti Pantai Wawaran Kecamatan Kebonangung, Pantai Watukarung Kecamatan Pringkuku juga tidak terlihat menangkap ikan, mereka lebih memilih melabuhkan perahunya. Cuaca buruk ini juga disertai hujan deras dan angin kencang.

Tak ayal, fenomena alam tersebut berdampak langsung bagi penurunan pendapatan nelayan. Dalam kondisi normal para nelayan bisa mendapat penghasilan rata-rata Rp 40.000. Namun kini paling banyak hanya sekitar Rp 20,000 per hari. Itupun jika cuaca baik.

"Sementara ya harus sabar. Habis gimana lagi, wong namanya sudah kehendak alam," cetusnya.

Misni menambahkan, cuaca buruk yang terjadi kali ini sangat berbeda dengan tahun-tahun yang sebelumnya. Tahun lalu ombak besar di perairan selatan Pacitan hanya terjadi sekitar satu bulan, namun tahun ini lebih panjang. (bdh/bdh)
Berita Terkait