Cuaca Tidak Membaik, Nelayan Sumenep Jual Harta Benda

Cuaca Tidak Membaik, Nelayan Sumenep Jual Harta Benda

- detikNews
Senin, 18 Feb 2008 08:45 WIB
Sumenep - Cuaca buruk yang mengancam keselamatan nelayan sejak dua bulan terakhir membuat sengsara bagi kehidupan nelayan Kecamatan Pulau Masalembu, Sumenep yang berpenduduk sekitar 400-an nelayan itu.

Ratusan Nelayan, kini mulai menjual perabot rumah tangga, seperti kipas angin dan barang pecah bela lainnya untuk memenuhi kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) yang harganya saat ini melambung karena tak ada pasokan.

Matsuri (45), nelayan Desa Masalima, Masalembu, mengaku terpaksa menjual perabot rumah tangga karena tidak ada lagi tabungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kalau tidak menjual perabot rumah tangga, dari mana saya bisa makan, Mas," ujarnya saat dihubungi detiksurabaya.com di rumahnya, Senin (18/2/2008).

Dari pengamatan, ratusan perahu nampak ditambatkan oleh pemiliknya di pantai pesisir Desa Masalima. Bahkan, ada yang ditambatkan di darat untuk menghindari hantaman ombak yang dinilai sangat ekstrim, hingga mencapai 3 sampai 4 meter.

Menurut nelayan lainnya, Moh Safawi (39) warga Desa Masalima saat dihubungi di rumahnya, selama dua bulan terakhir, para nelayan tidak setiap hari bisa melaut. Bahkan, dua pekan terakhir memilih istirahat karena cuaca buruk dan memilih memperbaiki perahu dan jaring.

Ia hanya bisa berharap, cuaca cepat membaik karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa menupang kebutuhan hidup keluarganya.

Sementara itu, Kepala BMG Kalianget, Sumenep, Asmunawar SP mengaku tidak mempunyai kewenangan untuk menjelaskan kondisi cuaca di laut.

"Untuk menjelaskan cuaca di laut kewenangan BMG Maritim Surabaya. Kalau kondisi cuaca darat awal pekan ini akan terjadi hujan lebat dan kecepatan angin mencapai 60 km/jam," ujar Asmunawar di kantornya jalan Raya Sumenep-Kalianget. (bdh/bdh)
Berita Terkait