Tiga titik tersebut yakni jalur antara Stasiun Walikukun hingga Stasiun Kedung Banteng Kabupaten Ngawi, antara Stasiun Nganjuk hingga Stasiun Bagor dan Stasiun Peterongan hingga Stasiun Sumobito Jombang.
"Memang masih ada 3 titik yang rawan terendam banjir di Daops VII Madiun namun kita sudah antisipasi dengan melakukan peninggian rel 40 cm dari ketinggian semula," kata Eko Budianto Humas PT KA Daops VII Madiun kepada detiksurabaya.com, Sabtu (16/2/2008).
Peninggian rel dilakukan pada saat lalu lintas KA yang ada di Daops VII Madiun sepi yaitu pada malam hari. Peninggian rel pada setiap titik rawan tidak sama tergantung potensi kerawanan rel terendam oleh banjir.
Selain melakukan peninggian rel di daerah rawan banjir, pihak PT KA Daops VII Madiun juga melakukan pergantian rel serta bantalan rel. Ini sebagai upaya peningkatan pelayanan dan memberikan rasa aman kepada penumpang KA. Penggantian rel
dilakukan pada seluruh jalur yang ada di Daops VII Madiun mulai dari Kabupaten Ngawi, Kediri, Nganjuk, Madiun dan Blitar sepanjang lebih 200 km.
Adapun rel yang digunakan adalah jenis R-42 dan R-54 yang sesuai dengan standart internasional. Peninggian rel sepanjang rawan terendam banjir sehingga membahayakan perjalanan kereta.
(fat/fat)










































