Kembar Siam Dempet Dada di Jombang Gagal Diselamatkan

Kembar Siam Dempet Dada di Jombang Gagal Diselamatkan

- detikNews
Sabtu, 16 Feb 2008 16:47 WIB
Jombang - Bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan asal Desa Berjel Kecamatan Ngoro Kabupaten Jombang lahir di RS Kristen Mojowarno Jombang sekitar pukul 12.15 WIB, Sabtu (16/2/2008).

Bayi yang mengalami kelainan dempet dada dan perut atau thoraco abdominopagus ini hanya mampu bertahan selama kurang lebih 15 menit.

Bayi pasangan Slamet (36) dan Siti Muharifah (26) meninggal pukul 12.30 WIB. Menurut pengakuan Slamet bahwa isterinya sudah mendapat perawatan selama 3 hari di RS Kristen Mojowarno.

"Isteri saya dirawat 3 hari yang lalu karena perutnya mules seperti mau melahirkan meski usia kehamilan masih 7 bulan," katanya kepada detiksurabaya.com saat berada di rumahnya.

Slamet menambahkan, kemarin tim dokter melakukan USG terhadap isterinya. Dari hasil pemeriksaan, tim dokter menemukan dua janin di dalam perut isterinya. Namun saat itu tidak tidak dokter tidak mengetahui dua janin itu dempet.

Karena isterinya terus saja merasa mules dan keakitan, tim dokter akhirnya melakukan operasi untuk mengambil janin tersebut. "Saat itu tim dokter empat memberi kabar jika anak saya lahir dengan selamat, dengan kondisi kembar. Namun dokter tidak membeitahu jika anak saya dempet," kenangnya.

Saat melihat di ruang balita, dirinya kaget dan shok manakala melihat dua anaknya dempet di bagian dada. Beberapa saat mencoba menenangkan diri, Slamet mendapat kabar dari perawat jika anaknya meninggal dunia.

"Mendengar kabar anak saya meninggal, saya tidak bisa ngomong apa-apa lagi. Ya apapun kondisinya dia anak saya. Saya tetap sedih," jelas pria yang sehari-hari bekerja di sebuah bengkel motor dengan mata sembab.

Slamet mengaku tidak ingin memisahkan anaknya dan membiarkannya dalam satu lubang. Kini 2 bayi tersebut sudah dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.

Sementara pihak RS Kristen Mojowarno saat dikonfirmasi tentang kelahiran bayi kembar siam tersebut menolak menjawab pertanyaan para wartawan. (fat/fat)
Berita Terkait