Sedangkan Perahu Layar Motor (PLM) yang biasanya melayani masyarakat dari Pelabuhan Gersik Putih, Kalianget, Sumenep menuju Masalembu juga tidak beraktivitas, karena buruknya cuaca di Laut Jawa.
Akibatnya, harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) di pulau yang berpenduduk 20 ribu jiwa tersebut mengalami kenaikan drastis. Beras kualitas biasa yang semula dipatok Rp 4.500 perkilo menjadi Rp 6.500 perkilo, telur semula Rp 750 perbutir saat ini menjadi Rp 1.500 perbutir. Bahkan, stok sayur mayur habis di pasaran dan kebutuhan sembako sudah mulai.
Menurut salah seorang pedagang sembako H Muniri (47) warga Desa Masalima, Masalembu yang dihubungi detiksurabaya.com menyebutkan, kenaikan harga sembako sejak dua pekan terakhir berkisar antara 25 sampai 30 persen. "Stok sembako sudah mengkhawatirkan. Sedangkan stok Kalau sayur mayur sudah habis di pasaran," ujar Muniri saat beraktifitas di pasar tradisional setempat, Sabtu (16/2/2008).
Pasokan sembako terakhir kali dari daratan Sumenep dilakukan pada Selasa (5/2/2008) lalu. "Warga kepulauan Masalembu saat ini benar-benar kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya," katanya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pusat Pelacakan Informasi Masyarakat (LSM Puslimas) Masalembu Sumenep, Maktub Syarif mengharapkan pemerintah daerah mencari solusi untuk mensuplai sembako ke Pulau Masalembu meski tetap mempertimbangkan kondisi cuaca.
"Pemerintah daerah seharusnya mencari solusi cerdas agar pulau-pulau yang terisolir saat cuaca buruk dapat teratasi secepat mungkin. Sebelum ada masalah lain," katanya.
(fat/fat)











































