Cuaca Buruk, Pengrajin Marmer Merugi

Cuaca Buruk, Pengrajin Marmer Merugi

- detikNews
Sabtu, 16 Feb 2008 10:24 WIB
Tulungagung - Cuaca buruk di Perairan Laut Jawa berdampak ke pengrajin marmer dan onyx di Desa Campurdarat Kecamatan Campurdarat Tulungagung. Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan transportasi. Ini menyebabkan kerugian besar bagi pengrajin.

Seperti yang dialami oleh salah satu pengrajin keramik dan marmer, Ahmad bahwa cuaca buruk berdampak pada pengiriman barang-barangnya.

"Saya harus mengeluarkan biaya tambahan untuk ke luar kota mulai Rp 500 ribu. Ini dilakukan untuk biaya tunggu di pelabuhan selama kondisi cuaca masih buruk karena kapal tak berani berlayar. Mudah-mudahan, cuaca lebih cepat bersahabat, agar pengiriman ini segera sampai tujuan," katanya kepada detiksurabaya.com, Sabtu (16/2/2008).

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, Ahmad memilih untuk menumpuk barang-barangnya di gudang dan memilih membiarkan mesin produknya tidak beroperasi dan melambatkan kapasitas produksinya.. Dan menunggu hingga cuaca kembali normal. Ahmad mengaku, selama ini pengrajin marmer menjual barang-barangnya ke Nusa Tenggara Timur atau Barat, Bali hingga ekspor ke Malaysia dan Singapura.

Hal senada juga diungkapkan oleh Agus. Dia mengaku lebih memilih berdiam diri dan membiarkan barang-barangnya menumpuk hingga cuaca kembali normal. (fat/fat)
Berita Terkait