Meski dalam seminggu nelayan bisa melaut, namun minggu berikutnya libur lagi akibat cuaca buruk. Akibatnya, nelayan yang tak bisa melaut mengalami paceklik.
Fenomena itu sudah terjadi sejak bulan Januari lalu. Meski minggu lalu bisa melaut tetapi jumlah ikan yang didapat hanya sedikit. Akibatnya kita terkena paceklik," kata salah seorang nelayan, Edy Susanto kepada detiksurabaya.com saat di lokasi, Jumat (15/2/2008).
Saat masa paceklik itulah, nelayan terpaksa menggadaikan barang-barang mereka ke kantor Pegadaian Kecamatan Puger agar mendapat uang.
"Mulai dari perhiasan, barang elektronik dan peralatan dapur. Bahkan sarung juga ikut digadaikan. Ini untuk memnuhi kebutuhan sehari-hari," lanjut Edy.
Hal senada juga diungkapkan oleh Rouf. Nelayan ini mengaku barang elektronik seperti televisi dan radio sudah digadaikan ke kantor pegadaian.
"Saya harap ada solusi untuk nelayan sehingga tiap paceklik tidak kebingungan untuk cari uang," katanya.
Dia menjelaskan, uang hasil dari menggadaikan barang itu digunakan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saat nelayan tidak melaut lagi. (fat/fat)










































