Jasad bujangan yang bekerja sebagai sopir di PT Gudang Garam Tbk baru ditemukan, setelah tetangga korban mencium bau busuk dari dalam rumah korban.
Saat itulah, tetangga korban sepakat melaporkan ke kepala kelurahan dan dilakukan pendobrakan. Saat berhasil dibuka, warga terperanjat karena korban tewas di atas tempat tidur.
"Sudah beberapa hari ga kelihatan. Ya kami sering ngrasani Handoko. Padahal setiap hari kalau berangkat kerja selalu bertegur sapa dengan kami. Eh nggak tahunya sudah meninggal," kata Sudartik (41), tetangga korban kepada wartawan, Jumat (15/2/2008).
Menurutnya, tetangga terakhir kali melihatnya saat ada acara arisan para sopir Gudang Garam di rumah korban, Senin, 11 Februari 2008 malam lalu. Setelah itu, korban tak terlihat lagi melakukan aktivitas di sekitar kampungnya.
Sudartik menambahkan, selama menjadi tetangganya, korban dikenal sebagai orang yang ramah dan tidak memiliki permusuhan dengan orang lain. "Orangnya itu masih bujangan dan supel banget, nggak mungkin kalau dibunuh," lanjutnya.
Sementara itu secara terpisah, Kapolsekta Kediri, AKP Hary Mujiarso mengungkapkan dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.
Namun sebagai langkah antisipasi, jenazah korban tetap dibawa ke RSUD Gambiran Kota Kediri untuk diotopsi. "Protapnya kan seperti itu, meski kami tidak temukan adanya tanda-tanda penganiayan kami akan tetap membawanya ke rumah sakit untuk divisum," katanya. (fat/fat)










































