Namun dalam pemeriksaan petugas, kedua pasangan tersebut kompak mengaku sama sekali tiudak ada maksud melakukan tindakan mesum.
Razia dimulai dengan mendatangi Hotel Adisurya, di Jalan Mayorbismo, Kota Kediri. Di hotel kelas menengah ini, petuigas gagal mendapati pasangan mesum, karena hotel dalam keadaan kosong.
Kemudian petugas mengalihkan sasaran razia ke Hotel Mulia, yang bersebelahan dengan Hotrel Adisurya. Di tempat ini petugas berhasil mendapati dua pasangan yang sedang berduaan di dalam kamar.
Pasangan pertama adalah Samijan dan Dra Siti Anwariyah MM, guru disalah satu Madrasah Tsanawiyah di Nganjuk yang berstatus PNS. Saat digerebek di kamar 04, Samijan saat itu hanya mengenakan calana pendek dan kaos dalam, sedangkan pasangannya masih berpakaian lengkap, namun telah melepas jilbab yang dipakainya.
Pasangan kedua yang terjaring berada di kamar 05, yaitu Widodo (42) warga Surabaya dan Evi Kusumaningtyas (42) warga Mojoroto Kota Kediri. Keduannya saat diperiksa KTP-nya bukan berstatus suami istri.
Namun saat diperiksa oleh petugas di Mapolsekta Kediri, kedua pasangan menolak disebut sedang bermesum ria. Seperti Dra Siti Anwariyah MM yang mengaku beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan untuk berbelanja di salah satu plasa di Kota Kediri.
"Saya ndak ada apa-apa, lha wong saya cuman beristirahat sejenak karena capek. Nanti sore saya ingin jalan-jalan ke Pasaraya) Sriratu," katanya sambil menutupi wajahnya dari sorotan kamera wartawan.
Namun saat ditanya kenapa berduaan di dalam kamar hotel, padahal bukan suami istri, dia tidak bisa memberikan jawaban.
Sangkalan serupa juga diberikan pasangan kedua. Mereka mengaku rekan bisnis dan hanya mampir sejenak untuk mengantarkan makanan. "Saya kesini setelah tadi ditelepon dan diminta mengantarkan makanan, nggak ada maksud melakukan hubungan mesum," kata Evi Kusumaningtyas.
Secara terpisah, Wakapolsekta Kediri Iptu Sujono menerangkan, razia ini bertujuan untuk menjaring kemungkinan adanya tindakan-tindakan mesum yang dilakukan pasangan selingkuh di Hari Valentine ini.
"Kita hanya antisipasi kemungkinan adanya tindakan mesum dibeberapa hotel kelas menengah," ujar Sujono. (bdh/bdh)











































