Pencuri Arca Kerajaan Kediri Diringkus

Pencuri Arca Kerajaan Kediri Diringkus

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 18:26 WIB
Kediri - Pencurian arca bersejarah tidak hanya terjadi Museum Solo saja. Di Kediri pun juga terjadi pencurian pencurian benda bersejarah. Terbukti, Satreskrim Polwil Kediri berhasil mengungkap jaringan pencuri arca peninggalan Kerajaan Kediri.

Tiga pelaku berhasil diamanakan, namun sayang barang bukti berupa 2 arca peninggalan Kerajaan Kediri tidak berhasil diamankan karena telah berpindah tangan ke seorang penadah di luar negeri.

Pelaku yang berhasil diamankan adalah Bambang (35), warga Trowulan Mojokerto, Suparman (42), dan M Yusro (37) yang tinggal di Gampengrejo, Kabupaten Kediri.

Sedangkan barang bukti arca yang gagal diselamatkan adalah 2 arca Penthul Tembem peninggalan abad 11 pada masa kepemimpinan Raja Sri Aji Jayabaya.

Pengungkapan ini bermula dari terjadinya kasus pencurian arca di Desa Gambyok, Kecamatan Banyakan pada 9 Februari 2008 lalu. Dari hasil penyelidikan mengarah pada 3 tersangka yang kesehariannya bekerja pada pengrajin arca di Mojokerto.

"Kita selidiki kasus ini sampai di pengrajin di Mojokerto, karena kami tahu jika yang memiliki akses peredaran arca di Jawa Timur yang paling besar ya Mojokerto. Hasilnya, kami berhasil manangkap 3 tersangka ini," kata Kasubag Binamitra Polwil Kediri, Kompol Gigih Suasana, Rabu (13/2/2008).

Gigih menjelaskan, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa ketiga pelaku merupakan orang yang sama dalam pencurian arca di Desa Gamyok dalam 3 tahun terakhir.

Arca-arca tersebut biasanya langsung ada penadahnya di Provinsi Bali dengan harga jual satu arca mencapai puluhan juta rupiah.

Namun sayang dari pengungkapan ini, petugas gagal mengamankan barang bukti berupa 2 arca Penthul Tembem yang berdasarkan pengakuan tersangka telah dijual ke Bali. Tapi setelah dilakukan pengejaran, barang bukti telah berpindah tangan lagi ke penadah di luar negeri.

"Sangat sayang barang bukti tersebut gagal kami amankan, karena telah berpindah tangan ke luar negeri. Namun kita akan terus berupaya untuk mengembalikannya ke Indonesia karena arca-arca tersebut sangat bersejarah," tambahnya. (fat/fat)
Berita Terkait