Perampokan yang terjadi pukul 13.30 WIB itu mengakibatkan kerugian sekitar Rp 75 juta uang tunai yang diambil dari loket pembayaran.
Bahkan lima karyawan kantor disekap para perampok yang diperkirakan berjumlah empat orang. Bahkan sebelumnya perampok menodongkan senjata api sebelum membekap para karyawan.
Ke-5 karyawan yang disekap adalah Wulan, Anis, Anang, Sukir dan Jumani. Perampokan itu diperkirakan menjelang penutupan loket pembayaran.
Menurut salah seorang petugas PLN Jember, Tomi Susanto, dirinya mendapat telepon dari kantor tersebut jika ada perampokan. "Saya langsung meluncur ke loket Telisa, ternyata mereka telah disekap dan saya langsung melaporkan ke polisi," jelas Tomi.
Tomi membenarkan bila para karyawan sebelum disekap, ditodong dengan senjata api. "Tetapi jenis apa saya tidak tahu. Yang pasti mereka tadi sangat ketakutan," lanjutnya.
Polisi yang langsung mendatangi lokasi kejadian segera mengevakuasi para korban. Namun pelaku sudah melarikan diri. Hingga saat ini polisi masih meminta keterangan dari para korban penyekapan itu.
"Semua sedang kita dalami, siapa pelaku dari perampokan itu. Kita akan kerahkan seluruh anggota untuk menangkap mereka," kata Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Kholilur Rahman kepada wartawan saat di lokasi. (fat/fat)










































