Dari pengamatan detiksurabaya.com, Rabu (13/2/2008) hingga pukul 12.45 WIB, sebagian warga nampak masih terus mengevakuasi harta bendanya untuk dipindahkan ke tempat yang aman. Upaya ini dilakukan mengantisipasi keselamatan benda-benda berharga dari terjangan air lumpur.
Selain itu, bagi warga yang tidak mempunyai saudara di sekitar Sidoarjo, mereka lebih memilih tinggal di tenda pengungsi yang didirikan Dinas Sosial di bekas jalan tol Porong-Gempol.
Seperti yang dialami oleh Zulkifli (40) warga Dusun Ginonjo. Menurut pria asli Malang ini, keputusannya menempati tenda pengungsian karena dia tidak memiliki satu saudarapun di Sidoarjo.
"Saya ini asli Malang, cuman saya pindah puluhan tahun. Saya tidak memiliki sanak saudara di dekat sini," katanya kepada detiksurabaya.com saat sedang duduk-duduk di tenda pengungsian.
Berdasarkan pengamatan, di tanggul titik 40 yang kembali jebol, Selasa malam, sudah terlihat 4 unit alat berat sedang memperbaiki tanggul.
Sementara itu, hujan deras disertai angin kencang kembali mengguyur di kawasan Porong. Akibatnya, warga kembali khawatir kalau-kalau tanggul penahan lumpur yang barusan diperbaiki kembali jebol dan menenggelamkan desa mereka. (fat/bdh)










































