Tidak Terima Temannya Tewas, Ratusan PSK Geruduk DPRD

Tidak Terima Temannya Tewas, Ratusan PSK Geruduk DPRD

- detikNews
Rabu, 13 Feb 2008 13:17 WIB
Kediri - Buntut tewasnya 2 Pekerja Seks Komersil (PSK) akibat kejaran petugas kepolisian dalam razia miras, sekitar 300 WPS mendatangi gedung DPRD Kabupaten Kediri, Rabu (13/2/2008).

Dalam pengaduannya, aksi solidaritas ini melibatkan perwakilan dari 9 eks lokalisasi di Kediri, yaitu Kras, Tambi, Bolodewo, Bong Wonojoyo, Gedangsewu, Dadapan, Butuh, Guyangan dan Semampir.

Koordinator aksi solidaritas, Bambang Supriyadi mengungkapkan aksi ini sebagai bentuk kebersamaan antara sesama PSK yang merasa kehilangan dengan meninggalnya 2 PSK dari lokalisasi Tambi.

"Kami ini biarpun orang kotor, tapi kami masih punya nurani. Kami merasa kehilangan saudara kami yang meninggal akibat tindakan sewenang-wenang polisi," kata Bambang Supriyadi tegas.

Dalam aksi kali ini, pengunjuk rasa mengusung 3 tuntutan, yaitu meminta pertanggungjawaban atas kematian 2 orang PSK, meminta perlindungan kenyamanan hidup warga eks lokalisasi, serta meminta dipertemukan Kapolres Kediri yang dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab.

Hingga berita ini ditulis, pengunjuk rasa sudah dipertemukan dengan kalangan komisi D DPRD Kabupaten Kediri yang membidangi kesejahteraan rakyat. Mereka
saat ini masih menunggu kedatangan Kapolres Kediri, yang menyanggupi pertemuan pukul 13.00 WIB.

Pengunjuk rasa juga melakukan aksi teatrikal dengan mengusung keranda mayat. Teatrikal ini dilakukan sebagai gambaran tindakan aparat kepolisian yang dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab, namun melepas tanggung jawab tersebut.

Meski berlangsung damai, aksi solidaritas ini mendapatkan penjagaan ketat dari ratusan aparat kepolisian. Yang menarik, karena yang melakukan aksi
solidaritas sebagian besar wanita, penjagaan pada lapis pertama dilakukan oleh Polwan.

Secara terpisah, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kediri, Gatot Priyono mengungkapkan pihaknya akan segera melakukan penanganan terhadap kejadian ini dengan melihat hasil pertemuan dengan Kapolres Kediri nanti siang.

"Jelas kami sebagai wakil rakyat akan menjembatani pertemuan ini serta melakukan penenganan kejadian ini. Yang jelas kami sepakat dengan demonstran, kejadian serupa tidak boleh terulang," kata Gatot Priyono.

Yang mengejutkan, pernyataan berbeda diberikan Kabag Binamitra Polres Kediri, Kompol Purnomo yang justru mengaku untuk tuntutan polisi bertanggung jawab pihaknya baru akan mengambil tindakan setelah mendengarkan hasil pertemuan antara pihak demonstran dengan Kapolres.

"Tuntutannya saja kita belum ngerti, bagaimana kita bisa mengambil tindakan. Tunggu saja nanti setelah pertemuan," katanya.

Unjuk rasa yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut, hingga saat ini belum selesai.

Seperti diberitakan sebelumnya, 2 orang PSK dari eks Lokalisasi Tambi, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Selasa kemarin tewas akibat tercebur Sungai Konto. Keduanya terpeleset ke sungai akibat ketakutan, saat Unit Samapta dan Dalmas Polres Kediri melakukan razia miras di eks lokalisasi. (fat/fat)
Berita Terkait