Dinkes Keluhkan Persediaan Obat yang Menipis

Pascabanjir Situbondo

Dinkes Keluhkan Persediaan Obat yang Menipis

- detikNews
Selasa, 12 Feb 2008 08:19 WIB
Situbondo - Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo mengeluhkan menipisnya persediaan obat-obatan. Pasalnya, sebagian cadangan obat-obatan hanyut terseret banjir. Bahkan beberapa paket imunisasi, fogging dan obat-obatan hilang terseret banjir.

Padahal, saat ini para pengungsi korban banjir mulai terserang berbagai penyakit seperti Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), penyakit kulit dan mata. "Setelah banjir biasanya berbagai penyakit menyerang pengungsi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Situbondo, Solikhin kepada detiksurabaya.com, Selasa (12/2/2008).

Dia menambahkan, obat-obatan ini sangat dibutuhkan, mengingat banyaknya warga yang mejadi korban banjir. Apalagi, lokasi penampungan pengungsi juga tidak menjaga sanitasinya. Para pengungsi ditampung di tenda pengungsian dan sejumlah gedung sekolah serta tempat ibadah.

"Kita membutuhkan obat-obatan itu hingga sebulan pascabanjir. Karena, penyakit ISPA, mata dan kulit menyerang sampai sebulan setelah bencana," terangnya.

Hingga kini, sekitar 8 orang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Situbondo dan 94 orang menjalani rawat jalan. "Dan sekitar 25 orang dirawat di puskesmas terdekat," tuturnya. (fat/fat)
Berita Terkait