"Pegangan kami pada perpres tersebut. Kalau Desa Besuki tidak ada dalam perpres berarti bukan tanggungan kami," kata kepala Divisi Humas Lapindo Berantas Inc (LBI) Yuniwati Teryana saat ditemui wartawan di Gedung DPRD Sidoarjo, Jalan Sultan Agung, Senin (11/2/2008).
Yuniwati menyatakan kalau sebelumnya pihak Lapimdo telah menawari warga Desa Besuki untuk memperoleh uang kontrak, namun tawaran itu ditolak oleh warga. "Kami sudah menawari uang kontrak beberapa bulan lalu, tapi warga menolak. Ya sudah kalau gitu," ungkapnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Sidoarjo, pasca jebolnya tanggul di titik 40, Minggu malam, ada tiga desa yang terendam air lumpur. Tiga desa tersebut yakno, Desa Besuki dengan 219 KK atau sekitar 883 jiwa, Desa Babatan 89 KK atau sekitar 302 jiwa dan Desa Ginonjo 110 KK atau sekitar 263 jiwa.
Kini ribuan warga korban jebolnya tanggul memilih bertahan di bekas Jalan Tol Porong-Gempol. Mereka takut sewaktu-waktu tanggul kembali jebol dan merendan pemukiman mereka.
Ribuan warga ini terpaksa harus meninggalkan rumah setelah pemukiman tempat mereka tinggal terendam air lumpur setinggi hingga 1,5 meter. Air lumpur yang menyerbu desa mereka akibat tanggul lumpur di titik 40 yang berada sekitar 100 meter di utara desa mereka jebol. (wln/bdh)










































