Lubang-lubang itu berhasil memerangkap air hujan yang terjadi beberapa jam. Kendaraan roda 4 pun terpaksa melambatkan laju kendaraannya bila tak ingin mendapat umpatan pemakai jalan lain yang terciprat air karenanya.
Begitu juga dengan kendaraan roda 2 yang mau tak mau harus memilih jalan untuk menghindari lubang yang tak terlihat. Tak jarang banyak motor yang jatuh terperosok atau hanya oleng karena keseimbangannya terganggu akibat gesekan roda dengan tepian lubang jalan.
Bahkan bagi yang terbiasa melewati jalan itu pun harus berhati-hati. Sebab lubang-lubang tersebut baru saja terbentuk. Akibatnya kubangan sepanjang 30 meter itu menyebabkan kemacetan hingga lebih dari 1 km.
Bahkan dari pantauan detiksurabaya.com Senin (11/2/2008), para pengendara motor lebih memilih melewati bahu jalan dari pada badan jalan yang berlubang.
Bahu jalan yang berlapis tanah justru menjadi jujugan kendaraan roda 2. Sebab permukaan tanah tersebut rata dan hanya sedikit basah akibat cipratan air dari badan jalan. (iwd/fat)











































