Satu rumah yang rata dengan tanah adalah milik Sutaman (50) warga Jalan Kartini, Ngawi akibat tertimpa pohon jati yang roboh. Menurutnya, saat angin terjadi dirinya beserta anak istrinya kebetulan tidak berada di rumah sedang menunggu warung di daerah jalan kartini. Dan ketika yang dilihatnya hanya rumah yang sudah rata dengan tanah.
"Saat kejadian saya sekeluarga tidak ada di rumah karena menunggu warung kopi. Saat itu hujan deras dan angin kencang sekali kami saja sempat panik," jelas Sutaman kepada detiksurabaya.com, Senin (11/02/2008).
Selain merobohkan memporak porandakan puluhan rumah, angin puting beliung juga mengakibatkan beberapa papan reklame di Desa Klitik roboh.
Dari pantauan detiksurabaya.com pagi ini, puluhan warga di Jalan Kartini mulai membersihkan reruntuhan genteng yang beterbangan.
Dari catatan Badan Kesbanglinmas Kabupaten Ngawi, mulai Januari hingga saat ini tercatat ratusan rumah rusak dan 4 roboh akibat angin puting beliung. (bdh/bdh)










































