Khawatir Banjir Susulan, Warga Situbondo Sempat Panik

Khawatir Banjir Susulan, Warga Situbondo Sempat Panik

- detikNews
Senin, 11 Feb 2008 02:59 WIB
Situbondo - Masyarakat Kabupaten Situbondo kembali dilanda kepanikan menyusul naiknya kembali elevasi air di aliran Sungai Sampean. Pengumumam untuk mengungsi semakin membuat suasana menjadi mencekam. Ketinggian air di pintu Dam Lima Kotakan menunjukan 3,6 meter saat ini menyulut kerumunan massa untuk melihat dari dekat detik-detik meningginya aliran sungai di pintu pengatur air pada Minggu (10/3/2007) sekitar jam 22.00 WIB.

Ratusan warga kawasan kota juga terlihat kembali berhamburan dan berlarian menuju aliran sungai untuk menyaksikan ketinggian air yang terlihat mulai meninggi sejak pukul 21.00 WIB.

Selain untuk mengetahui ketinggian air yang sore tadi sudah benar-benar surut, sebagian besar kepanikan serta kekalutan warga akibat trauma akan terjadinya kembali banjir bandang seperti Jumat (8/2/2007) malam lalu.

Kondisi terasa mencekam juga terlihat di kantong-kantong bencana yang kemarin paling parah terimbas luapan dan terjangan banjir bandang, seperti di Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Kelurahan Dawuhan dan Patokan Kecamatan Kota serta Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.

Di titik-titik bencana tersebut ratusan warga kembali berduyun-duyun ke luar rumah menuju tempat pengungsian di sekitarnya. Bahkan sejumlah masjid di Desa Sumberkolak mulai terdengar pengumuman agar masyarakat segera keluar rumah dan kembali ke tempat pengungsian.

"Kepada semua warga, saat ini juga diminta untuk segera kembali ke masjid ini, karena air di Sungai Sampean mulai tinggi lagi. Sekali lagi, harap diperhatikan untuk secepatnya mengungsi ke masjid ini," teriak Jayus (43) Ketua RW V, Lingkungan Krajan, Desa Sumberkolak, melalui pengeras suara Masjid Baitur Rachman.

Tak pelak pengumuman tersebut menyulut keresahan dan ketakutan ibu-ibu dan anak-anak yang mulai berduyun-duyun menyesaki masjid tersebut. Mereka rata-rata korban banjir bandang yang nekat kembali ke rumahnya setelah seharian bergotong-royong membersihkan timbunan lumpur dan menyelamatkan harta bendanya.

Suasana mencekam juga terlihat di kawasan Kelurahan Dawuhan dan Patokan, Kecamatan Situbondo. Selain berlomba-lomba memadati jalan raya PB Sudirman dan Achmad Yani, mereka juga bergegas menuju Dam Pintu Lima serta jembatan PLN Sumberkolak yang selama ini dijadikan patokan tingginya air. Di kawasan ini juga terdengat bunyi kentongan bertalu-talu serta raungan sirine memperingatkan warga.

"Saya perhatikan sejak tadi ketinggian air berlangsung cepat. Belum sejam tingginya hampir 3 meter. Saya sangat was-was, Mas. Semua keluarga sudah diungsikan di rumah kerabat yang lebih aman," kata Sukarno (32), korban banjir warga Kelurahan Patokan.

Tngginya kembali elevasi air di aliran Sungai Sampean dipicu oleh derasnya hujan di Kabupaten Bondowoso yang berlangsung sejak pukul 18.00 - 21.00 WIB, Minggu malam. Kondisi hujan deras juga berlangsung di Kabupaten Situbondo waluapun tidak selebat ketika banjir bandang terjadi dan berlangsung tak lebih dari sejam.

Kasubdin Pengairan Kabupaten Situbondo, Ir Eko Prayudi, saat dihubungi menjelaskan bahwa ketinggian air di Sungai Sampean masih tercatat di angka aman, yakni di kisaran 3,6 meter. Sedangkan titik waspada berada di titik 6-7 meter seperti saat luapan banjir bandang Jumat lalu.

"Jadi masyarakat tak perlu resah dulu. Kita pasti akan memberikan peringatan dini. Sekarang masih aman kok," kata Eko Prayudi, kepada detiksurabaya.com.

Kepanikan warga akhirnya sirna. Setelah dipastikan aman, sekitar pukul 02:20 WIB, Senin (11/2/2008), warga pun sudah kembali pulang ke rumahnya masing-masing. "Jujur saja kita takut sekali. Semoga saja tidak ada banjir susulan," Ny Sri, warga Patokan saat ditemui menuju pulang ke rumahnya. (gik/gik)
Berita Terkait