Padahal sebelum tanggul jebol warga sudah pernah melaporkan pada BPLS kalau tanggul penahan lumpur sudah ada yang retak-retak. Warga menganggap BPLS hanya mencari-cari proyek ditengah situasi lumpur yang melanda Porong.
Kekesalan wargapun ditunjukkan pada salah satu pejabat BPLS. Zulkarnain yang sehari-hari menjabat sebagai juru bicara disemprot oleh warga. Peristiwa itu terjadi saat Zulkarnain sedang mengawasi evakuasi barang-barang warga di Desa Besuki, Senin (11/2/2008).
Salah satu warga bernama Tris mendatangi Zulkarnain. Di depan Zulkarnain, Tris mengatakan kekesalannya. "Kenapa? Kita sudah bilang kalau tanggul rusak kok tidak diperbaiki. Inilah akibatnya. Warga sengsara lagi," kata Tris dengan nada kesal yang diikuti oleh warga lainnya.
Tris warga RT 2 mengatakan, jika seminggu yang lalu sudah dua kali tanggul di sekitar tempat tinggalnya jebol. Tapi BPLS tidak bertindak apapun.
"Dalam satu minggu sempat jebol dua kali. Seharusnya BPLS bertindak. Tapi kenyataannya diam saja. Apa menunggu warga tenggelam," ungkapnya masih dengan nada tinggi. (wln/fat)










































