Saat air masuk ke area Desa Besuki. Sebagian warga tidak mengira air bercampur lumpur akan terus meninggi dan menenggelamkan rumahnya.
Salah satu warga RT 1 RW 4 Desa Besuki, Dita (20) menuturkan air mulai menggenangi rumahnya pukul 18.00 WIB dengan ketinggian 10 cm. Perlahan tapi pasti air terus meninggi.
"Saat ini ketinggian air lumpur mencapai sekitar 50 cm. Enak-enak nyantai, harus mengungsi dan memindahkan barang berharga," ucap ibu satu anak ini kepada detiksurabaya.com, Senin (11/2/2008).
RT 1 merupakan salah satu dari empat RT di RW 4 yang terendam air lumpur. Tiga RT lainnya yakni RT 2, RT 3 dan RT 4. Seluruh rumah di wilayah ini terendam air lumpur akibat tanggul di titik 40 jebol.
Perempuan berambut ikal tidak menyangka air lumpur akan meninggi. "Gak nyangka mas kalau airnya bakal terus meninggi. Saya kira air lumpur ini hanya setinggi 20 cm," tuturnya.
Lain lagi dengan Tukimin (36). Warga RT 3 ini baru datang dari tempat kerjanya di Sidoarjo saat air lumpur sudah merendam rumahnya. Melihat rumahnya terendam, dia pun panik dan bergegas memindahkan barang berharga ke tempat jalan tol yang sudah tidak dipakai.
Barang berharga yang diselamatkan yakni surat berharga meliputi ijazah, surat tanah hingga televisi. "Surat berharga ini sangat berarti dan harus diselamatkan terlebih dahulu," tegas pria yang berprofesi sebagai pegawai toko mebel ini.
Warga Desa Besuki harus bersabar lebih lama lagi karena Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) membutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk memperbaiki tanggul yang jebol. (wln/fat)











































