Ratusan warga mulai panik dan mengungsikan barang-barang berharga milik mereka. Warga dengan inisiatif sendiri menyewa mobil untuk mengangkut barang. Namun sebagian warga tidak bisa menyewa pick up karena tidak memiliki uang.
"Sebagian warga panik karena banjir lumpur ini. Itu karena mereka tidak mempunyai uang menyewa mobil," kata salah satu warga, Samsul, Minggu (10/2/2008).
Samsul menjelaskan, sebagian warga yang tidak mampu menyewa pick up mengungsi ke penampungan Pasar Baru Porong (PBP).
Sementara itu dari pantauan detiksurabaya.com, di RT III Dusun Ginonjo, air lumpur sudah setinggi lutut orang dewasa. Di RT ini terdiri dari 65 kepala keluarga. (wln/fat)











































