Mereka terluka karena hempasan berbagai benda dan sampah yang ikut arus banjir. Selain itu ada yang terjebak di dalam lumpur, yang menyebabkan mereka sesak napas dan pusing. Bahkan salah seorang korban terpaksa dirujuk ke RSUD Soebandi, Jember, karena mengalami luka cukup serius.
Puluhan pasien korban banjir pun mulai menyerbu RSUD Situbondo di Jalan Anggrek sejak Minggu (10/2/2007). Tujuh orang di antaranya harus mendapat rawat inap dan sisanya diperbolehkan pulang dan berobat jalan.
"Mereka rata-rata terluka akibat kena pecahan kaca rumah, terjepit puing rumah, reruntuhan tembok, terjebak lumpur, pusing serta penyakit pernafasan lainnya," kata dr Boediono, dokter jaga di RSUD Situbondo.
Sementara itu, jelas dia, sebagian pasien yang datang diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. "Sedangkan yang kondisinya parah kita harapkan mendapat perawatan intensif," tambahnya. (fat/fat)











































