Bahkan, para pengungsi yang berada di Kelurahan Patokan Kecamatan Kota Situbondo belum menerima bantuan nasi bungkus maupun bahan makanan lain. Padahal, jarak antara lokasi pengungsi dengan Pendopo Kabupaten Situbondo hanya sekitar 200 meter.
"Belum dapat bantuan apapun, makanya kami minta amal di pinggir jalan," kata Rofiallah Barmasi siswa kelas 4 SD Negeri Patokan 9 kepada detiksurabaya.com, Minggu (10/2/2008).
Rofiallah bersama 3 teman sebanyanya, terpaksa meminta belas kasihan orang lain karena cadangan makanannya sudah menipis.
Rofiallah tidak sendirian, nampak di sepanjang jalan utama Situbondo yang terendam banjir dipenuhi warga sekitar yang meminta bantuan. Mereka bergerombol sambil mengarahkan kotak amal maupun kaleng bekas kepada pengendara yang melewati jalur tersebut.
Menanggapi keluhan belum meratanya pembagian bantuan para pengungsi korban banjir, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Situbondo Wiyono mengaku belum bisa menyalurkan bantuan secara maksimal.
Alasannya, petugas sangat terbatas karena sebagian besar juga menjadi korban banjir. "Ya, harap maklum. Petugas Kesbanglinmas juga menjadi korban banjir. Mereka akan memilih menyelamatkan keluarga dan barang-barang berharga miliknya," katanya memelas.
Dia mengaku saat ini telah didirikan 3 tenda dapur umum untuk melayani korban banjir. Bantuan makanan ini diberikan agar korban banjir dan petugas yang membantu membersihakn jalan dari rendaman lumpur. (fat/fat)











































