Misalnya, di Kompleks Pasar Mimbaan Baru, Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, yang selama ini menjadi pusat bisnis pertokoan dan pasar trasidisonal kembali membuka dagangannya. Sejumlah pertokoaan penjual sembako, juga terlihat diserbu oleh para pembeli.
"Sambil membuka dagangan dan melayani pembeli, sebagian pelayan toko juga kita tugaskan untuk membersihkan tumpukan lumpur yang menggenangi ruang dagangan," ujar Sugiarto (47) salah seorang pemilik toko sembako di jalan Irian Jaya, Kompleks Pasar Mimbaan Baru, Minggu (10/2/2008).
Sementara itu, konsentrasi masyarakat yang menjadi korban banjir terfokus pada upaya membersihkan rumahnya dari timbunan lumpur dan sampah di rumahnya.
Hal yang sama juga dilakukan beberapa instansi pemerintah yang menjadi sasaran terjangan banjir, terlihat ratusan personel dan karyawannya dikerahkan untuk menyingkirkan timbunan lumpur.
Seperti halnya di Kantor Pemkab Situbondo, Markas Kodim 0823 serta Mapolres Situbondo, yang saat banjir datang ketinggian air mencapai 1-2 meter.
"Kami sengaja memaksimalkan konsentrasi bersih-bersih di perkantoran dulu, agar pelayanan masyarakat segera pulih. Meski begitu juga akan membantu para korban banjir untuk mengangkut sampah dan pengaturan arus kendaraan yang kini mulai memadati kantong-kantong bencana," kata Kapolres Situbondo, AKBP Rudy Kristantyo, kepada detiksurabaya.com, di halaman depan Mapolres Situbondo.
Untuk membantu beban ratusan korban bencana, saat ini Pemkab Situbondo bersama pihak PMI dan Taruna Siaga Bencana telah menyalurkan berbagai bantuan makanan.
Tidak kurang dari 3 buah dapur umum telah disiapkan untuk memberikan bantuan makanan berupa nasi, lauk pauk serta air mineral untuk dibagikan. Ketiga dapur umum tersebut didirikan di lingkungan Capore, Kelurahan Ardirejo, Kecamatan Panji, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan serta di Pendopo Kabupaten Situbondo.
"Selain dapur umum, kita secepatnya juga akan mendirikan pos kesehatan untuk pengobatan gratis di titik-titik kawasan bencana serta pembagian masker gratis kepada masyarakat. Sebab pascabencana banjir biasanya warga sangat rentan terserang ISPA serta pencernaan," ungkap Ketua Tagana Kabupaten Situbondo, dr Budiyono.
Sedangkan data sementara yang dihimpun oleh Satlak PB Situbondo, jumlah rumah yang rusak akibat banjir di berbagai kawasan di Kabupaten Situbondo mencapai 439 rumah, masing-masing rusak berat, ringan dan sedang.
Sedangkan jumlah bantaun yang tersedia dan sebagian telah tersalurkan di Posko Satlak PB di Kantor Kesbanglinmas, adalah 11 ton beras, 1.000 dos mie instan dan 1.000 dos biskuit. (fat/fat)











































