"Kami akan tidur di sini hingga tuntutan percepatan pembayaran 80 % direalisasikan," kata Khoirul Huda, sekretaris Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) saat dihubungi detiksurabaya.com, Sabtu (9/2/2008) pukul 18.30 WIB.
Menurut Huda, sekitar 500 warga bersama-sama akan tidur di dalam gedung dewan. 500 orang tersebut merupakan gabungan dari warga beberapa desa yang secara bergantian akan memprotes Lapindo dengan cara tersebut.
"Masing-masing desa 'menyumbang' lebih dari 100 warganya untuk tidur di gedung dewan," tambah Huda.
Petugas kepolisian sendiri rupanya tidak melarang warga tidur di gedung dewan. Buktinya, aparat membiarkan saja warga masuk ke lobi gedung. Bahkan petugas gedung malah menyediakan karpet sebagai alas tidur bagi warga.
Keputusan menduduki Gedung DPRD Kabuapten Sidoarjo ini terpaksa dilakukan oleh warga korban lumpur Lapindo. Karena aksi unjukrasa yang mereka lakukan siang tadi untuk menemui pihak Lapindo di Perumahan Kahuripan Nirwana Village dihalangi oleh pihak kepolisian.
Bahkan saat warga mencoba menerobos barikade yang dilakukan polisi, sempat terjadi bentrok antara warga dengan petugas kepolisian. Akibat bentrok itu, satu polisi dilaporkan terluka pada kepala akibat lemparan batu korban lumpur. (iwd/bdh)










































