Denyut Nadi Ekonomi di Situbondo Terhenti

Usai Banjir Bandang

Denyut Nadi Ekonomi di Situbondo Terhenti

- detikNews
Sabtu, 09 Feb 2008 12:36 WIB
Situbondo - Sebagian besar pertokoan di pusat kota Situbondo memilih tutup. Karena lumpur dan sampah bawaan banjir bandang memenuhi jalanan dan pertokoan. Demikian pula warga juga gotong royong untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

Pantauan detiksurabaya.com, Sabtu (9/2/2008), kawasan pertokoan di Jalan Irian Jaya, Diponegoro, Ahmad Yani dan Jalan Pemuda lumpuh. Kalau pun buka, hanya kegiatan bersih-bersih yang dilakukan.

Selain timbunan lumpur dan sampah, lumpuhnya perkotaan Situbondo ini dikarenakan fasilitas umum juga masih terganggu. Jaringan air bersih, listrik maupun telepon rumah masih padam.

Demikian pula Pasar Mimbaan Baru hanya sempat beroperasi selama 30 menit pada pukul 05.30Wib. Itupun hanya pedagang sayur saja. Pasar yang menjadi gantunganj warga ini sebelumnya direndam air setinggi 1 meter.

Usai surutnya banjir, ketebalam lumpur yang merendam di pasar ketinggiannya hingga 50 cm. Di dalamnya juga berserakan sampah dan gelondongan kayu yang terseret banjir.

Parahnya banjir yang merata ini membuat pemerintah setempat kewalahan menangani. "Satlak saat ini tidak bisa mendirikan posko. Karena situasi masih semrawut, belum ada pendataan dan sebagainya," kata Ketua Satlak PBP Suroso didampingi Dandim 0823 Letkol Drajat Panjayu kepada wartawan di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan.

Bahkan informasi yang diperoleh, rumah dinas Dandim 0823 Letkol Drajat Panjayu di Desa Sumberkolak,Panarukan juga rusak parah. Bahkan mobil mobilnya Taruna terseret arus hingga 50 meter dan tersangkut di pohon mangga.

Demikian pula rumah dinas Kapolres AKBP Rudi Kristatyo di Jalan PB Sudirman. Sejumlah perabotannya terendam dan derasnya arus banjir juga merontokkan pagar rumahnya. (gik/gik)
Berita Terkait