Air mulai masuk ke pusat kota sekitar pukul 22.00 WIB, Jumat (8/2/2008) dengan ketinggian yang terus bertambah. Hingga Sabtu (9/2/2008) pukul 00:01 WIB, di pemukiman di sekitar bantaran kali, ketinggian air mencapai 1 meter.
Ribuan warga yang ketakutan, mulai mengungsi ke arah alun-alun. Mereka mencari perlindungan di Gedung DPRD, Masjid Jami, dan beberapa kantor instansi pemerintah yang lain.
Warga terus merasa was-was, karena hingga pukul 23.00 WIB, hujan gerimis masih terus turun. Luapan air masih terus mengalir ke pusat kota seiring kiriman air dari Kab Bondowoso.
Sebelumnya pada pukul 19.00 WIB, 3 kecamatan yakni Kecamatan Kendit, Kecamatan Bungatan, dan Kecamatan Mlandingan yang berada dekat aliran sungai sudah mulai tenggelam. Di kawasan ini ratusan rumah sudah terendam.
Sementara di pusat kota, kawsan yang tergenang air antara lain, Kelurahan Arbirejo, Kelurahan Dawuhan, Kelurahan Patokan, dan Desa Sumberkolak.
Akibat banjir, jalur pantura yang melintasi kota ini macet total. Puluhan truk dan bus memilih berhenti. Polisi menghentikan kendaraan-kendaraan tersebut di sekitar alun-alun dan jalan protokol.
Belum ada laporan berapa korban jiwa akibat terjangan banjir ini. Namun di Kecamatan Mlandingan, 2 warga dikabarkan terseret arus. Seluruh petugas dari polisi dan TNI dikerahkan untuk membantu evakuasi warga yang masih terjebak di rumahnya. (bal/gik)











































