"Rusaknya alat pengukur listrik itu dampak banjir di Ngawi beberapa waktu lalu, tepatnya 26 Desember 2008," kata Manajer PT PLN APJ Madiun, Ir Eris MT Gultom kepada detiksurabaya.com, Jumat (8/2/2008).
5 ribu kerusakan alat pengukur listrik itu tersebar di 4 kecamatan yakni, Kecamatan Kwadungan, Kecamatan Geneng, Kecamatan Paron dan Kecamatan Pitu.
"Diperkirakan kerugian kita mencapai Rp 1 miliar. Untuk mengganti 1 alat pengukur itu harganya mencapai Rp 200 ribu. Diperkirakan perbaikan itu selesai akhir bulan," tambahnya.
Meski alat pengukur rusak, namun pelanggan tidak mengalami kerugian. Aliran listrik tetap menyala dengan baik dan normal untuk pelanggan.
"Kerusakan ini tidak kita bebankan kepada pelanggan. Pihak kita masih melakukan upoaya perbaikan," tambahnya.
Sedangkan untuk mempercepat perbaikan, ratusan petugas telah disiapkan untuk memperbaiki ribuan alat pengukur yang rusak tersebut.
Sementara, selain alat pengukur rusak akibat banjir, saat banjir PT PLN juga mengalami kerugian. Pasalnya beberapa tiang listrik roboh diterjang banjir. (fat/fat)










































