Rencananya, hari ini IBW akan menggelar aksi mempertanyakan P-21 kasus dugaan penyelewengan dana oleh Bupati Jember MZA Djalal. Kasus yang dipertanyakan oleh IBW adalah kasus dugaan penyelewengan dana pengadaan mesin daur ulang aspal ketika Djalal masih menjabat Kepala Dinas PU Jawa Timur.
"Kami ingin menanyakan sejauh mana kasus itu. Katanya sudah P-21 dan kejaksaan hanya menunggu izin dari presiden. Itu rencana demo kami. ternyata ada pihak-pihak yang tidak suka dan akhirnya mengancam saya," kata Sudarsono saat ditemui wartawan di rumahnya.
Menurut Sudarsono, Maman dan 100 orang lainnya mendatangi rumahnya di Jalan Nusantara D/14, Jember, Selasa sekitar pukul 23.00 WIB. Kedatangan Maman untuk menanyakan maksud dari demo yang akan digelar hari ini.
"Bahkan dia memukul perut saya. Dia bilang apa maksud demo hari ini, kalau kamu mendatangkan massa, saya juga akan mendatangkan massa," ujar Sudarsono menirukan ancaman Maman.
Tindakan intimidasi itu membuat shock orangtua Sudarsono, istri serta anak perempuannya yang masih duduk di bangku kelas VI SD. "Tentu saja keluarga saya shock, apalagi ibu saya hingga saat ini masih shock," lanjutnya.
Sementara itu, Maman yang dihubungi mengaku tidak melakukan tindakan intimidasi. "Saya ke sana hanya untuk menanyakan demo itu, dan maksud saya tentang massa itu bertujuan kami akan bergabung. Saya tidak memukul dia, itu hanya karangan dia," kilah Maman.
Maman selama ini sering terlihat ikut dalam road show Bupati Djalal ke beberapa wilayah di Jember dengan menggunakan sepeda motor trail. Namun tindakan intimidasi itu telah dilaporkan Sudarsono ke Mapolres Jember.
(bdh/bdh)










































