Otomatis, penumpang yang ke Madiun ataupun ke Caruban terpaksa harus mencari kendaraan alternatif. Mereka menghentikan truk serta bus jarak jauh.
Puluhan sopir MPU Camar itu mogok dan mendatangi kantor Dinas Perhubungan, menolak rencana perubahan jalur angkutan ke ring road. Sebab dinilai akan mengurangi pendapatan para sopir.
Salah satu sopir MPU Camar, Sutardi mengatakan mogoknya para sopir ini memprotes pengalihan jalur tersebut.
"Ini jelas akan memperumit permasalahan, saat ini kita lewat perkotaan saja sepi penumpang. Apalagi jika melalui ring road. Lantas kita mau makan apa?," jelasnya kepada detiksurabaya.com Selasa (5/2/2008).
Perubahan jalur MPU (Mobil Penumpang Umun) Camar Jurusan Caruban ke Kota Madiun berdasarkan keputusan Tim Perencanaan Perubahan Jalur Daerah Pemkot Madiun tahun 2007.
Sementara Kasubdin Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Kota Madiun, Gaguk Harianto mengaku perubahan jalur tersebut pasti akan menimbulkan pro dan kontra.
"Untuk menuruti para sopir ini pasti akan banyak pro dan kontra. Karena berdasarkan keputusan bersama dari kepolisian, dishub serta kalangan legeslatif," jelasnya.
Semula, kata dia, jalur yang semula dari Terminal ke Caruban biasa melewati wilayah perkotaan seperti Jalan Mayjen Sungkono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Yos Sudarso. Setelah itu dirubah dari Jalan Mayjen Sungkono lurus ke barat melewati Jalan Urip Sumoharjo menuju Ring Road barat kota, melingkar lebih jauh 2 Km.
Sedangkan dalam musyawarah antara dishub, kepolisian serta para sopir belum ada kesepakatan. Dan masih akan dibahas kembali dengan kalangan DPRD. (fat/fat)










































