Sumur milik pabrik kerupuk yang terbakar ini diduga mengeluarkan gas yang mudah terbakar, sehingga mengakibatkan sebagian bangunan di belakang pabrik kerupuk itu terbakar.
Dari pengamatan detiksurabaya.com, setelah sempat berkobar selama hampir 30 menit, api yang menyala di sumur bor akhirnya berlahan-lahan mulai padam.
Untuk mengantisipasi terjadinya semburan api kembali, 2 unit mobil PMK dan petugas kepolisian dari Polsek Porong masih bersiaga di sekitar pabrik.
Sumur bor milik pabrik kerupuk PT Candi Amerta Jaya II ini lokasinya berada di barat pusat semburan lumpur Lapindo dan hanya berjarak sekitar 500 meter.
Meski semburan api sudah berhenti, namun lokasi semburan masih dipenuhi warga yang ingin menonton peristiwa ini. Bahkan sebagian warga mengaku cemas dengan kejadian ini. Mereka takut kejadian ini akan terjadi di rumah mereka.
"Kita takut kejadian seperti ini. Karena hampir seluruh sumur di rumah warga juga mengeluarkan gas yang mudah terbakar," ungkap Lutfi warga RT II RW II, Siring Barat.
(bdh/bdh)











































