Salah satu petani yang mengaku ketiban rejeki nomplok adalah Bowo (43), warga Desa Sugihwaras yang memiliki sekitar 50 batang pohon buah naga yang ternyata juga hanya dapat dipanen setahun sekali.
"Ya kebetulan tahun ini agak meningkat permintaanya. Apalagi buah naga sekarang kan lagi nge-trend, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya," kata Bowo saat ditemui detiksurabaya.com di kebun buah naga miliknya, Senin (4/2/2008).
Bowo mengaku, rezeki meningkatnya permintaan buah naga ini juga dapat menambah penghasilan keluarganya, yang sehari-hari hanya bekerja sebagai karyawan di perkebunan.
"Ya lumayan lah Mas, kan buah naga ini tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan yang banyak. Dibiarkan saja pohon ini bisa berbuah," lanjutnya.
Untuk pemasaran, Bowo mengaku tidak mengalami kesulitan berarti. Dia mengaku sudah ada pembeli dalam jumlah besar yang datang untuk mengambil panenan buah naga dari kebun miliknya. "Katanya dari Surabaya juga kok," katanya.
Selain dijual dalam skala grosir, Bowo mengaku beberapa buah naga hasil panen dari kebunnya juga dijual di beberapa warung yang banyak bermunculan di objek wisata Gunung Kelud.
"Di sini juga ada yang menjuslkan. Untuk satu bijinya saja jual sampai Rp 10 ribu dan biasanya di warung harganya bisa mencapai Rp 14 ribu perbuahnya," ujarnya.
Foto: Petani buah naga di Desa Sugihwaras, Kediri/Samsul Hadi (fat/fat)











































