Saat ini harga telur di beberapa pasar di Kediri Rp 8.700 per kg. Hal ini berbeda dengan harga telur pada saat implek tahun 2007 lalu yang mencapai Rp 10.000 per kg.
"Terus turun Mas. Lima hari lalu saya masih menjual Rp 9.500, kemarin turun jadi Rp 9.000, dan hari ini saya cuma laku Rp 8.700, " kata Indah, salah satu pedagang telur di Pasar Bandar Kota Kediri, Minggu (3/2/2008).
Indah mengaku terus turunnya harga ini sangat aneh, karena seharusnya apabila menjelang datangnya perayaan Imlek, harga telur melambung. "Nggak tau sekarang kok tambah turun," ujarnya.
Sementara, penurunan harga telur saat ini juga dibenarkan oleh beberapa peternak ayam petelur. Rata-rata mereka mengaku harga jual telur saat ini mengalami penurunan yang cukup drastis.
"Hari ini saya jual ke grosir seharga Rp 8.200, padahal sebelumnya saya bisa jual Rp 9.000," kata H Munandar, salah satu pemilik ternak ayam petelur di Desa Temboso Kecamatan Wates.
Terus turunnya harga telur ini semakin menyudutkan peternak yang juga tertekan dengan kenaikan harga pakan ternak yang saat ini justru kembali naik.
Menurut H Munandar, harga konsentrat sebagai pakan utama ayam petelur, hari ini resmi naik Rp 5.000, dari harga sebelumnya Rp 210.000 untuk ukuran 50 Kg. Kenaikan harga konsentrat juga dibarengi dengan naiknya harga jagung dan katul sebagai bahan makanan tambahan untuk ayam petelur.
"Padahal untuk 1.000 ekor ayam saja, saya butuhkan 110 kg makanan jadi. Ya kalau sebulan, anda bisa hitung sendiri," kata Munandar.
Ketika ditanya mengenai penyebab terus merosotnya harga telur di pasaran, Munandar memperkirakan akibat melimpahnya stok di lokal Kediri sebagai penyebabnya. Hal ini bisa terjadi karena adanya kendala pengiriman ke luar daerah setelah bencana banjir kembali terjadi di beberapa daerah. (bdh/bdh)











































