Dari 800 personel terdiri dari 700 anggota dari Polres Magetan. Sedangkan 10 personel lainnya terdiri dari Polres dan Polresta Madiun. Pengaman sendiri nantinya akan dilakukan baik secara terbuka maupun tertutup.
"Kita lakukan pengaman baik tertutup maupun terbuka karena rawan terjadi tawuran antar perguruan silat," Kata Kapolres Magetan AKBP Bambang Sunarwibowo kepada detiksurabaya.com, Minggu (3/2/2008).
Sementara dari pantauan di lapangan tampak setiap jalan protokol di Kota Madiun juga di jaga ketat karena ratusan anggota silat malakukan konvoi menuju pemakaman leluhurnya di Kelurahab Pilang Bangau dan Taman. Kegiatan seperti ini rutin dilakukan setiap bulan Suro.
Sementara itu, trauma atas peristiwa tawuran antar perguruan silat yang sering terjadi, ratusan pemilik toko memilih tutup seiring adanya kegiatan dari salah satu perguruan silat. Toko yang tampak tutup seperti di Jalan Urip Sumoharjo, Jalan H Agus Salim, Jalan Cokroaminoto serta di ruas jalan yang dilalui ratusan anggota silat terate.
"Ya takut mas orang-orang konvoi silat itu ngawur. Mending tutup aja mas," jelas Ibu Slamet yang memiliki toko kue kepada detiksurabaya.com. (bdh/bdh)










































