Menurut Darminto salah satu saksi kepada detiksurabaya.com, pertama kali mayat korban ditemukannya saat dirinya akan mengambil koran pukul 06.00 pago tadi. Namun toko belum buka dan dia langsung menghubungi saudaranya Helina (40) saudara korban yang juga punya toko didekat Pasar Sleko.
"Tadi sayakan biasa mau ambil koran jam 6, kok toko belum buka, saya curiga dan memanggil saudaranya di toko Pasar Sleko dan akhirnya mendobrak toko," kata Darminto kepada detiksurabaya.com.
Sementara itu Suyono Ketua Rw10 kelurahan Pandean Kec Taman kepada mengatakan, bahwa korban dalam keseharian tinggal sendirian menunggu koran dan agak depresi sering marah-marah. "Dalam keseharian itu sering marah-marah sambil jaga koran mas, mungkin karena stres," jelas dia.
Menurut AKP Matius Djanu Kasat Reskrim Polresta Madiun menyatakan, sampai saat ini jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSU Dr Sudono Madiun untuk diotopsi. "Kita masih otopsi dulu untuk kita ketahui penyebab meninggalnya ini," jelas Djanu. (bdh/bdh)











































