Menurut Ketua DPD Golkar Jember, Yantit Budiarjo, tahlilan itu memang digelar dalam tujuh hari meninggalnya Soeharto. "Kita memang khusus menggelar tahlilan di hari ketujuhnya, agar Pak Harto lapang jalannya di alam kubur dan segala amal ibadahnya diterima Allah SWT," kata Yantit.
Seperti acara tahlilan pada umumnya, acara itu diisi dengan pembacaan Surat Yasin dan tahlil. Tidak ada spanduk ataupun karangan bunga yang mencerminkan acara itu untuk mendoakan Soeharto.
"Tetapi acara ini khusus mendoakan mantan Presiden Soeharto. Semoga dosanya dimaafkan dan rakyat mengenang jasa-jasanya," lanjut Yantit. (gik/gik)











































