Mereka mengeluhkan beberapa penyakit yang dialami. Misalnya, penyakit kulit, gangguan pernafasan dan nyeri pada bagian sendi.
"Sejak banjir surut, kulit saya gatal-gatal. Sudah saya beri obat tapi tetap saja garuk-garuk," kata salah satu warga Ngopak Kecamatan Rejoso, Sri Murti (41) kepada detiksurabaya.com, Sabtu (2/2/2008).
Selain terasa gatal-gatal, seluruh persendian di tubuhnya terasa ngilu dan sakit. Hal ini menghambat aktivitasnya sehari-hari.
Dia sengaja datang bersama dua anaknya, karena anaknya mengalami diare dan gatal-gatal di kulit.
Sedangkan salah satu tim medis, dokter Kukuh mengaku, rata-rata warga yang datang karena mengeluh gatal-gatal, diare, nyeri persendian dan lain-lain.
"Bagi warga yang datang akan kita berikan obat yang diperlukan. Sejauh ini masih belum ada yang dirujuk ke rumah sakit," jelas dokter Kukuh.
Sementara itu pascabanjir ini beberapa pihak dari pemerintahan dan swasta mendirikan posko pengobatan gratis dan dapur umum.
"Kita sudah mendirikan posko pengobatan dan dapur umum bagi warga korban banjir. Bahkan sudah membangun penyulingan air, untuk memberi pasokan air bersih," kata Camat Rejoso, Achmad Wahyudi. (fat/fat)










































