Seperti yang terjadi di Desa Tanjungsari Kecamatan Rejoso yang jaraknya hanya 3 km dari pendopo Kabupaten Pasuruan. Warga di sana masih belum menerima bantuan makanan dan obat-obatan.
Dari pantauan detiksurabaya.com, di Desa Tanjung Sari, warga baru mendapat bantuan berupa mie instan dan tenda terpal dari tim SAR PT HM Sampoerna.
"Sejak tadi malam kita sama sekali belum mendapat bantuan. Baru siang tadi kita mendapat tenda dan mie instan," ujar salah satu warga, Samsul Maarif (43), kepada detiksurabaya.com, Kamis (31/1/2008).
Samsul menyesalkan belum adanya bantuan makanan jadi dari pemerintah, padahal banjir sudah mulai surut meski desa dia masih terendam air setinggi 70 cm,
Bapak 2 anak itu mengharapkan agar pemintah segera mengirimkan makanan siap saji dan obatat-obatan terutama salep kulit, obat flu diare.
Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Pohjentrek. Di sana, terdapat 2 desa, yakni Desa suko dan Desa Glugo yang masih tergenang. Bantuan yang datang masih minim. Bahkan belum ada bantuan tenda sekalipun. Padahal warga sudah mengungsi di jalan desa yang belumtergenang air.
Warga mengaku was-was saat hujan kembali mengguyur kota Pasuruan selama kurang lebih setengah jam. mereka takut banjir besar akan datang kembali.
Sementara itu, kepadatan lalu lintas masih tampak panjang. Kepadatan lalu lintas dari Bangil ke Banyuwangi itu disebabkan oleh genangan air di Jalan Raya Rejoso dengan ketinggian air 40 cm. (iwd/bdh)










































