Jenazah Brigadir Harmoko dimakamkan di pemakaman umum Bata Putih Sumberarum pukul 10.00 WIB, Kamis (31/1/2008). Upacara dilaksanakan layaknya pemakaman warga sipil pada umumnya, tanpa diiringi tembakan salvo seperti pemakaman jenazah anggota Polri.
"Tidak ada instruksi dari Pak Kapolres. Jadi, upacara pemakaman diserahkan sepenuhnya pada keluarga almarhum," jelas Kapolsek Dander, AKP Susilo Teguh Priono pada detiksurabaya.com usai pemakaman Brigadir Harmoko, Kamis (31/1/2008).
Meski tanpa upacara pemakaman ala kepolisian, namun prosesi pemakaman tetap berlangsung dengan khidmat. Tampak kesedihan mendalam di mata kedua orangtua Barigadir Harmoko, yaitu Rasman (ayah) dan Yatemi (ibu). Begitu juga para tetangganya di Desa Sumberarum yang selama ini mengenal Harmoko sebagai pemuda yang ramah dan baik hati.
"Saya masih kepikiran cucu saya (anak Harmoko). Ingin saya, dia tinggal disini saja. Sekarang masih ikut neneknya di Sampang," kata Rasman lirih, setelah sampai di rumahnya kembali, yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari makam.
Brigadir Harmoko tewas pukul 06.30 WIB Rabu kemarin dengan kepala tertembus peluru. Penembakan ini diduga dilakukan Yunita, istrinya sendiri yang kemudian bunuh diri dengan menggunakan pistol yang sama di rumah kontrakan mereka di Jalan Kamboja Sampang, Madura.
Jenazah Brigadir Harmoko tiba di kampung halamannya di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, Bojonegoro, sekitar pukul 21.00 WIB Selasa kemarin. Keluarga almarhum langsung melaksanakan salat jenazah di rumah duka, tanpa memandikannya lagi. (bdh/bdh)











































